Detik Lombok
kawasan Udayana
Berita DaerahDaerahMataramPembangunan Daerah

Pembangunan Agrowisata “Penan Paradise” Mataram Siap Dilanjutkan 2025, Angkat Kearifan Lokal dan Potensi Pertanian

MATARAM, NTB – Pemerintah Kota Mataram sedang bersiap melanjutkan proyek Agrowisata “Penan Paradise” di kawasan Udayana, Kecamatan Ampenan, Nusa Tenggara Barat. Tujuan proyek ini adalah untuk memanfaatkan potensi pertanian lokal sebagai destinasi wisata edukatif yang menarik minat wisatawan sekaligus menguntungkan ekonomi masyarakat setempat. Lokasi agrowisata yang dipilih merupakan lahan sawah dilindungi (LSD) yang dipandang cocok untuk mengembangkan konsep pariwisata berbasis pertanian tanpa mengganggu fungsinya sebagai lahan produktif.

Proyek ini telah direncanakan secara matang dengan mempertimbangkan kearifan lokal. Setiap bagian dari areal sawah yang akan dibangun akan ditata sebagai area budaya dengan sentuhan unik seperti “berugak” atau saung khas Lombok, spot swafoto, serta kios yang menjual berbagai produk dan makanan khas. Selain itu, konsep ini juga diadopsi dari wisata serupa seperti Svargabumi di Magelang, Jawa Tengah, dan Kebon Ayu di Lombok Barat, yang berhasil menggabungkan elemen lokal dengan konsep wisata edukatif. Proyek “Penan Paradise” ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata tetapi juga mendukung program ruang kreatif di Teras Udayana di Taman Bumi Gora.

Pembangunan proyek ini sebelumnya sempat tertunda karena adanya permasalahan batas wilayah antara Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Selaparang. Beberapa bagian proyek ternyata mencakup wilayah Kecamatan Selaparang, sehingga pemerintah setempat perlu melakukan koordinasi lebih lanjut untuk memastikan proyek ini sesuai dengan peraturan yang ada. Meskipun demikian, pemerintah setempat optimistis bahwa permasalahan batas wilayah ini akan terselesaikan, sehingga pembangunan bisa dilanjutkan pada 2025.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Kota Mataram telah membangun akses jalan sepanjang 350 meter yang juga berfungsi sebagai jalur irigasi bagi petani. Dengan anggaran sekitar Rp300 juta yang diupayakan dari berbagai sumber seperti APBD, pokok pikiran (pokir) dewan, dan CSR perusahaan, proyek ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga lokal.

Pengelolaan agrowisata “Penan Paradise” nantinya akan diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, yang melibatkan petani dan warga sekitar sebagai bagian dari upaya memberdayakan masyarakat. Dengan demikian, penduduk setempat dapat terlibat langsung dalam aktivitas wisata, termasuk berdagang di area tersebut dan membantu dalam pengelolaan fasilitas wisata yang tersedia. Kehadiran “Penan Paradise” diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi para petani setiap hari, tanpa harus menunggu musim panen tiba. (sahri)

Related posts

PW IPA NTB Gelar Youth Talk Masjid 2025: Ruang Spiritualitas Pemuda Sambut 80 Tahun Kemerdekaan RI

DetikLombok

Mengenal Hj. Khairatun Calon Wakil Bupati Lombok Barat dalam Pilkada 2024

DetikLombok

Pemkab Lotim Libatkan Anak dalam Perencanaan Pembangunan

DetikLombok

Leave a Comment